|
Written by BlueStupid
|
|
Thursday, 01 January 2009 17:29 |
|
Aksinya tidak perlu diragukan lagi. Kegemarannya beraksi dengan motor Suzuki Shogun hitam kesayangannya. Beliau ramah, suka humor, dan hobby ngintip kamera juga.... Itulah bro Agus Zuga.... 
Lihat aksinya... Jepretannya... Selalu dapet view yang indah-indah.... Bro Agus 'Zuga' Puguh... |
|
|
Written by BlueStupid
|
|
Tuesday, 30 December 2008 22:19 |
| | Selama ini anda semua membaca tulisannya memenuhi web site ini. Beliau ini kontributor tulisan terbanyak, dibelan-belani melek'an malem, dengan gaya ulasan turing yang sarat akan kesantaian, jenaka, dan selalu bikin kangen mengikuti event-event yang diliputnya... sebenarnya, orangnya yang mana sih? Ini dia... BRO KUMENDAN SOFI'I.... *tepuk tangan rek.... he tepuk tangah he!!! sing banter he!!!! reeekk... tepuk tangan...!!!!* | | | | Tas berisi kamera tidak pernah lepas dari pundaknya, istri setianya pun selalu mendampingi kemanapun kumendan satu ini nyemplak kuda besinya.... saluto buat bro kumendan sofi'i....... | | | | | | | | Tunggu profile GASPOL-er lainnya di waktu-waktu mendatang....... | |
|
|
Written by cahyo
|
|
Wednesday, 24 December 2008 07:59 |
Musim hujan telah tiba, jika anda tinggal di kota yang sering terkena banjir, bersiaplah. Paling tidak, Anda bisa tetap mobile meski jalan-jalan sudah mirip sungai. Untuk pemilik motor jenis bebek (bukan skubek) berikut tips ringan mencegah motor tidak mogok saat menerjang banjir. Balik Standar Bagian-bagian yang dilepas, seperti pelindung kaki (tameng) dipasang kembali. Atau bodi yang sudah dimodifikasi, semisal sepatbor depan dan belakang, balikkan ke standarnya. Begitu juga mesin, tenaga yang besar (akibat sudah dimodifikasi) bisa membuat roda belakang spin. Kalau gejala itu berlangsung saat menikung, bisa-bisa terjatuh. Tekanan Angin Ban Saat musim hujan begini, pemakaian ban jenis semi-slick kurang tepat. Daya cengkerem kurang gigit dan sebaiknya kembali menggunakan ban standar, baik depan maupun belakang. Sebelum jalan - bila kondisi jalan basah (bertepatan hujan) - periksa tekanan angin ban. Pastikan tidak melewati ukuran standar, malah dikurangi 1-2 psi agar permukaan ban minimal 70% menapak ke aspal. |
|
Read more...
|
|
Written by Syofii
|
|
Saturday, 13 December 2008 20:36 |
|
Lawang Kedaton is a tea plantation located in Andung Biru village, Tiris Sub-district, Probolinggo Regency - East Java, Indonesia. It lies in the south east of Probolinggo regency, about 68 km from the city of Probolinggo. Lawang Kedaton lies in the slope areas of Argopuro mountain. It has cool and fresh air. It indeed an interesting tourism object you have to visit if you go to Probolinggo. Tea leaves produced by Lawang Kedaton are processed in another tea plantation in the neighboring regency of Lumajang, Guci Alit. Then, the finished product, known as beer tea is packed and exported to many countries, including European countries. Heee... heee,jangan sewot yaaaa.. maaf..... ya, pengantar liputan kali ini pakai bahasa Inggris, sekalian promosi salah satu obyek wisata potensial di kabupaten Gaspol, eh....kliru... maksudnya kabupaten Probolinggo. Sayangnya kebun teh yang asri nan indah ini belum banyak dikenal orang, bahkan oleh kebanyakan penduduk kabupaten-kota Probolinggo. Penulis sendiri pertama kali tahu dan langsung berkunjung ke sana tiga tahun lalu (2005), setelah 11 tahun tinggal di Probolinggo. (Kaciaaaan dech aku) |
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>
|
|
Page 1 of 6 |